Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi Buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Juni 2009

Super Great Memory

Judul Buku : Super Great Memory
Penulis : Irwan Widiatmoko
Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama
Juli 2008
272 Halaman
140 x 210 mm
Kategori : Pengembangan Diri



Pada dasarnya otak manusia itu merupakan mesin pengingat, hanya saja hal tersebut tergantung masing-masing orang untuk memanfaatkannya. Banyak sekali kita temukan kasus penurunan nilai hasil ujian, karena banyak yang bernaggapan bahwa otak sudak tidak kuat untuk menampung informasi dan hafalan. Anggapan ini dapat kita hilangkan, bila kita membaca buku Super Great Memory.
Buku yang ditulis oleh Irwan Widiatmoko (Pemegang Rekor Pertama Daya Ingat MURI) ini membahas otak dan cara-cara mengoptimalkannya karena sesungguhnya daya ingat kita sangatlah luar biasa. Apabila 10 informasi kita masukkan kedalam otak kita setiap detiknya selama 100 tahun, otak kita belum terisi separuhnya.
Setelah dilakukan ujicoba, daya ingat manusia dapat dilatoih dan dikembangkan. Daya ingat manusia jauh lebih fantastis daripada yang dialaminya. Hanya pengembangannya yang kurang dan tidak konsisten dalam menjaga daya ingat itu, sehingga menyebabkan penyakit lupa yang selalu menghantui manusia. Dapat kita temukan pula kenyataannya, banyak orang yang merasa daya ingatnya kurang atau lemah. Ini disebabkan belum menemukan teknik dan cara yang tepat untuk mengingat informasi-informasi yang dibutuhkan.
Otak manusia akan optimal jika otak kanan dan kirinya seimbang. Sedangkan manusia pada umumnya, khususnya di Indonesia lebih cenderung menggunakan otak kiri saja, terutama dalam mengingat. Ini sesuai dengan penelitian di Habibie Center bahwa hanya 3 % masyarakat Indonesia yang mengikutkan otak kanannya dalam berpikir..
Buku ini sangatlah pantas untuk kita miliki. Karena, selain menawarkan cara-cara sederhana dalam mengingat sehingga daya ingat kita mampu meningkat pesat dalam waktu singkat. Buku ini juga menarik karena disusun dengan cara yang unik, yaitu dengan membuat halaman yang tidak langsung menyambung bagian kiri dan kanannya. Tapi, dibagian kanan adalah pembahasan buku sedangkan dibagian kiri berisi artikel, cerita singkat, tebakkan, tips, lelucon hingga puisi-puisi ringan. Sehingga pembaca tidak akan merasakan bosan untuk cepat menyelesaikan buku setebal 272 halaman ini.
Buku ini merupakan cetakan ke-2, sebagai penyempurnaan dan lanjutan dari buku Super Genius Memory. Super Great Memory juga membahas trik-trik yang diberikan secara langsung dengan latihan-latihan sederhana untuk mempraktekkan trik yang telah dibahas. Bahasa yang digunakan cukup ringan dan tidak kaku sehingga menambah point untuk menjadi buku favorit.

Jalan-jalan di Palestina

Judul Buku : Jalan-Jalan di Palestina
Penulis : Raja Shehadeh
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
237 halaman
Cetakan : Pertama, 2008

Kini masyarakat dunia telah menyaksikan kebiadaban pendudukan yang dilakukan Israel di Palestina. Israel membabi-buta membabat habis tanah dan kota-kota yang menjadi hak bangsa Palestina. Sesumbar sang mantan Perdana Menteri Ariel Sharon bahwa “kami akan membuat peta negeri yang baru” sungguh menjadi kenyataan. Anehnya, tak ada yang bisa mencegah dan memberikan sanksi serius kejahatan kemanusiaan itu. Jerit jutaan bangsa Palestina hilang ditelan bising alat-alat besar yang menggusur pemukiman mereka.
Rangkaian kenyataan itu bagaimanapun merupakan kepedihan yang mendalam bagi bangsa Palestina. Kondisi yang terus dibiarkan memburuk itu tidak lepas dari permainan dari negara-negera Barat dan Amerika, yang sengaja membiarkan Palestina terhapus dari peta dunia. Hal ini bisa dilihat dari beberapa perjanjian yang dilakukan antara Palestina dan Israel yang selalu gagal dan dilanggar sendiri oleh Israel. Dan tidak ada sanksi apa-apa bagi pelanggarnya.
Sekarang kita mungkin hanya bisa menyaksikan kenyataan bahwa tanah Palestina hampir habis dicaplok Israel. Kota-kota tinggal kenangan. Pembangunan pemukiman Israel dipaksakan di tengah-tengah teritori warga Paletina. Narasi pilu menghilangnya nama kota-kota itu dituturkan oleh Raja Shehadeh, penulis asal Ramallah, Paletina, dalam buku berjudul Jalan-Jalan di Palestina - Catatan atas Negeri yang Menghilang ini. Buku yang baru saja memperoleh Orwell Prize ini merupakan kesaksian yang jujur dan penuh emosi, ditulis dengan gaya bercerita santai dan enak dinikmati.
Buku ini hadir sebagai kisah nyata (true story), kenangan berdasarkan perjalanan hidup Shehadeh selama 26 tahun. Selama itu Shehadeh menyaksikan perubahan signifikan tentang perbukitan hijau yang ia lihat sejak dilahirkan hingga kota-kota baru produk Israel yang ia saksikan hari ini. Semuanya terjadi dalam tempo singkat. Ia seperti saksi yang hanya bisa memperjuangkan sisa masa tuanya bersama rakyat Palestina untuk mempertahankan tanahnya. Koran The New York Times memberi pujian karena “hanya sedikit orang Palestina yang mau terbuka dengan kejujuran seperti yang dimiliki Raja Shehadeh”. Pembaca juga bisa mengetahui potongan sejarah yang mungkin tak pernah disebutkan dalam sumber literatur lain tentang Palestina.
Catatan perjalanan ini dibagi menjadi enam bab. Penuturan peristiwa-peristiwa di dalamnya runtut dan santun. Perjalanan yang dimulai pada 1978 dan berakhir tahun 2006 mempunyai rutenya sendiri, dengan pengalaman yang unik di setiap bab, sesuai konteks waktu dan latar belakang cerita. Semua berlatar sekitar perbukitan Ramallah, Jerusalem, dan Laut Mati.